Menkominfo Tanggapi Kasus Teror "Misscall" Konsultan IT KPU

Menteri Kominfo Rudiantara saat berbicara dalam acara Indonesia LTE Conference 2018 di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, konsultan IT Komisi Pemilihan Umum (KPU), Harry Sufehmi, mengaku diserang missed call (misscall) bertubi-tubi dari nomor tak dikenal dengan awalan +100.

Akun Telegram dan WhatsApp-nya juga hampir diretas dengan modus otentikasi SMS. Hal ini ia umbar melalui akun Facebook personalnya pada Kamis (28/6/2018) lalu.

Bukan cuma Harry Sufehmi, ada beberapa anggota tim konsultan IT KPU yang turut mengalami insiden serupa. Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara pun angkat bicara.

Saya sudah minta Pak Dirjen Aptika dan Pak Dirjen PPI untuk membantu teman-teman KPU, kata dia pada KompasTekno via pesan singkat.

Kemungkinan perlu proses forensik atas kejadian tersebut, ia menambahkan.

Menurut Rudiantara, saat ini insiden tersebut masih belum jelas muasalnya. Kominfo pun belum bisa memastikan apakah serbuan misscall dan percobaan peretasan yang menyerang Harry Sufehmi dkk termasuk dalam masalah keamanan siber (cyber security) atau masalah telekomunikasi (terindikasi masking call).

Perlu dicatat, Harry Sufehmi adalah konsultan IT KPU untuk Pemilihan Umum Presiden RI (Pemilu) 2019, bukan Pilkada 2018. Belum bisa dipastikan apakah ada korelasi antara insiden yang ia alami dengan Pilkada 2018 baru-baru ini.

Yang jelas, dalam penuturannya, Harry Sufehmi mengatakan ada ratusan nomor berawalan +100 yang mencoba menghubunginya setiap jam. Alhasil, ia pun mengunduh aplikasi Truecaller untuk memblokir nomor-nomor itu.

Belum ada Komentar untuk "Menkominfo Tanggapi Kasus Teror "Misscall" Konsultan IT KPU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel